Tugas Korlap di Organisasi

Kepanjangan Korlap

Pengertian korlap adalah singkatan dari “Koordinator Lapangan”, dan karena sering disingkat korlap jadi bahasa ini menjadi lazim di dengar. Meskipun demikian penggunaan kata korlap, setiap masyarakat sosial sudah paham fungsi dari jabatan ini.

Akan tetapi, masih banyak golongan masyarakat tidak tau aslinya bahasa korlap ini. Ya itu, korlap hanya singkatan saja yang kepanjangannya dari koordinator lapangan bukan koordinasi lapangan ya! Itu beda arti.

Perbedaan koordinasi lapangan dengan koordinator lapangan

Perbedaan antara koordinasi dan koordinator tentu sudah beda pemahamannya. Koordinator dominannya mengarah kepada pemimpin atau atasan yang mengatur dan mengarahkan sedangkan, koordinasi lebih tepatnya bertukar pikiran atau memecahkan persoalan dan mencari solusinya.

Pastinya setiap orang pasti pernah atau masih aktif dalam berorganisasi baik dilingkungan masyarakat seperti; Organisasi Masyarakat (STM – serikat tolong menolong), keagamaan, Sosial, pengamanan atau taruna. Dilingkungan pendidikan seperti, Osis, senat mahasiswa, sosial, keagamaan dan kegiatan akademis seperti, BEM, Mapala dan banyak lagi.

Sudah saya jelaskan diatas ragam dari organisasi, dalam setiap organisasi tentunya memiliki struktural keanggotaan mulai dari penanggung jawab, penasehat, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, humas, seksi-seksi dan anggota. Ini merupakan susunan inti yang sangat sering digunakan di dalam struktur organisasi.

Tugas dan wewenang koordinator lapangan adalah :

  1. Meakukan pengawasan, dan memberi pengarahan kepada rekan se-tim untuk capaian pelaksanaan kerja dilapangan.
  2. Memberikan bimbingan dan juga saran dan pendapat kepada rekan se-timnya supaya pelaksanaan suatu pekejaan dapat berjalan dengan lancar.
  3. Melakukan observasi serta meneliti segalah permintaan biaya untuk kebutuhan dilapangan, misalnya biaya transportasi, makan dan minum.
  4. Bertanggung jawab dan melakukan koordinasi hasil dari pencapaian perkerjaan secara rutin kepada pimpinan terkait yang membidangi koordinator lapangan, seperti ke ketua organisasi mupun wakilnya.
  5. Mengetahui dan mendalami target pekerjaan yang akan dikerjakan dilapangan.
  6. Bertanggung jawab atas segala penyelesaian pekerjaan di lapangan dan bertanggung jawab penuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang tertinggal maupun tertunda.
Baca juga :   Hai Bunda Selalu Cek Karet Dot Bayi Anda Ya, Ini Bahayanya

Berorganisasi merupakan suatu tindakan sosial yang dapat merubah pola pikir kita menjadi lebih cakep dan dewasa. Jadi takut bergabung pada suatu organisasi yang memiliki dampak positif bagi kita terutama bagi masyarakat dan negara.

Seorang Petani yang hobi dalam menulis disela-sela waktu luang

You May Also Like

Tinggalkan Balasan