Prolog Liturgi Natal HKBP

LITURGI I (Penciptaan)  Allah  Maha Kuasa, yang menciptakan langit dan bumi beserta dengan isinya, Ia menjadikan yang tidak ada menjadi ada. karena kemahakuasaan-Nya di atas kekuatan ciptaan-Nya. Sungguh indah dan ajaiblah karya ciptaan-Nya.

Bagaimanakah proses penciptaan yang dilakukan oleh Tuhan?    “mari kita saksikan liturgi penciptaan”

LITURGI II (Kejatuhan Manusia Dalam Dosa)  Manusia tidak puas dengan apa yang ada padanya. Tetapi manusia susah lupa dan bahkan telah jatuh ke dalam dosa. Semua itu adalah akibat kelalaian manusia itu sendiri. Sungguh manusia itu telah mau dikuasai oleh iblis. 

Bagaimanakah peristiwa itu bisa terjadi? mari kita saksikan pantomime liturgi kejatuhan manusia kedalam dosa.

Liturgi III (Kelahiran)  Bergembiralah hai umat manusia, bersukacitalah sebab Mesias yang telah dinantikan telah lahir di kandang domba, tempat yang hina, namun membawa kemuliaan bagi manusia. Terpujilah TUHAN, Yesus Kristus, Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi.   “Mari kita saksikan liturgi kelahiran”

Liturgi IV (Janji Keselamatan)  TUHAN adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita.  – Keluaran 23 : 20  – Mazmur 24 : 7-8,    – Mazmur 24 : 9-10, – Yesaya 1 : 25,  – Yesaya 1 : 26,  – Yesaya 1 : 27,  – Yesaya 30 : 18,  – Yesaya 30 : 26.

Liturgi V (Ucapan Bahagia)  Yesus juga memberikan berita sukacita kepada seluruh orang yang mendengarnya. Memberitakan bahwa Tahun rahmat TUHAN telah tiba di dalam diri-Nya. Yesus memberikan ajaran dalam khotbah-Nya, khotbah yang begitu indah yang memberikan jaminan kepada orang-orang yang mendengarnya.   – Matius 5:3, – Matius 5:5, – Matius 5:6, – Matius 5:4, – Matius 5:8, – Matius 5:7.

Liturgi Vi (Harmoni)  Dunia sudah kacau, semua orang menjadi merasa yang paling benar, merasa yang paling hebat dalam melakukan suatu hal. Kadang ada yang mengandalkan kekuasaan, kekuatan, bahkan kedudukannya disebuah perkumpulan.

Mereka selalu mengandalkan ke egoisan sendiri dan acuh terhadap orang, selalu merasa paling hebat dan tidak mau mendengarkan apa pendapat orang lain lagi. Mereka tidak sadar bahwa mereka bisa ada hanya oleh karena kasih Tuhan.  

Lalu bagaimana mereka dapat dipersatukan kembali, bagaimana mereka akan mampu menopang dan melengkapi satu dengan yang lain ? Bagaimana mereka dapat menjadi satu dalam tubuh kristus ? Mari kita saksikan ilustrasinya melalui  liturgi harmoni.

Baca juga :   Kisah Perjuangan Hidup Pemuda Batak ini Dalam Mengais Rejeki
Seorang Petani yang hobi dalam menulis disela-sela waktu luang

You May Also Like

Tinggalkan Balasan