Perbedaan Tonggo Raja, Tonggo Sahuta dan Tonggo Saripe

pengertian tonggo raja

Horas… Ma di hita saluhutna. Bagi suku adat batak terutama batak toba memiliki adat istiadat yang sangat ketat dan sakral. Jadi tidak sembarangan dalam melakukan acara adat.

Belajar dari pengalaman yang terjadi pada saat saya melakukan acara tonggo saripe di tempat dongan tubu (semarga dengan saya), disana terjadi pembahasan untuk menentukan jenis parapotan (rapat) yang akan dilaksanakan terlebih dahulu.

Dan sesuai kesepakan maka dipilihlah tonggo sahuta (rapat dan masukan dari sekampung) untuk dilaksanakan sebelum hari pernikahan dongan tubuh.

Berikut penjelasan tentang beberapa jenis tonggo tersebut;

1. Tonggo raja

Tonggo raja merupakan suatu acara untuk melakukan sebuah rapat, doa atau pendapat untuk membahas tentang persiapan acara besoknya. Acara tonggo raja ini sangat terkusus di ikuti oleh para raja-raja marga yang terkait pada pada pembuat acara (suhut nabolon).

Diantaranya tulang (paman) dari pihak bapak, ibu dan hula-hula (marga dari ibu). Dan dihadiri juga oleh raja sahuta (raja kampung) dan juga para masyarakat batak yang tergabung dalam Serikat Tolong Menolong (STM).

Dimana acara tonggo raja dilakukan?

Pada suatu kampung atau daerah masih ditemukan acara tonggo raja pada saat acara parapotan acara nikah. Aslinya Tonggo raja hanya bisa dilakukan pada saat acara meninggal saur matua (semua anak sudah menikah dan memiliki anak), tapi sebagian kampung masih menerapkan parapotan tonggo raja pada acara menikah.

Apakah itu salah? Saya tidak menyatakan salah. Terkadang sebagian orang tua tidak sepakat jika itu dilakukan pada acara pernikahan, karena penempatannya tidak tepat.

2. Tonggo Saripe

Tonggo raja merupakan suatu rapat yang hanya dihadiri dongan tubuh atau dongan samarga diantaranya boru, bere dan ibebere.

Baca juga :   Arti Martangan Pudi

Namun fakta sebenarnya dari tonggo saripe adalah rapat pomparan atau satu garis keturunan dengan Oppung dari bapak. Berhubungan karena tinggal di perantauan jadi sangat mustahil mengumpulkan pomparan tersebut jadi diwakilkan oleh dongan tubuh atau semarga.

Adapun yang dibahas dalam tonggo saripe

  • Sijalo ulos atau yang mendapat ulos batak dari pihak perempuan (parboru) biasanya 7,9 dan 11 (10 tidak boleh alasannya kurang tau),
  • Sihutti Ampang biasanya namboru kandung jika tidak ada kandung bisa diwakilkan dengan boru semarga suhut nabolon,
  • Boru panukkunan yang berperan sebagai penyedia bahan atau barang yang dibutuhkan di acara pesta nanti, biasanya inilah tugas yang paling capek.
  • Juru bicara (parsinabung), inilah yang akan menjadi protokol dan juga juru bicara dilesta adat,
  • Dan lainnya.

3. Tonggo sahuta / tonggo STM

Tonggo STM hampir sama layaknya dengan tonggo raja, dimana tonggo STM dihadiri raja huta untuk menanyakan bagaimana jalannya acara.

Raja huta akan menanyakan beberapa hal kepada suhut diantaranya;

  • Jumlah tamu
  • Jenis pesta
  • Banyaknya undangan
  • Jumlah sinamot (mahar), atau ulaon saur matua
  • Jumlah daging, beras dan bumbu
  • Tanggal acara
  • Dan jumlah daging untuk panggoaron atau jambar

Setelah poin diatas sudah terjawab, maka raja huta akan menyusun anggota STM untuk bertugas dan bersedia melakukan pengerjaan untuk membantu suhut. Seperti memasak Makanan, mengolah bumbu dan membagikan makanan ke tamu undangan.

Demikian ulasan yang saya sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan bisa disampaikan lewat komentar, agar saya dapat membenahinya.

Seorang Petani yang hobi dalam menulis disela-sela waktu luang

You May Also Like

Tinggalkan Balasan