Cara Membahagiakan Anak Agar Terlepas dari Pergaulan Bebas

Studi ilmiah menunjukkan bahwa suasana hati depresi orang tua juga tercermin pada anak-anak mereka, dan bahwa anak-anak dari keluarga ini juga cenderung mengalami depresi dan kecemasan di masa depan dan menunjukkan gangguan perilaku. 

Jika Anda ingin anak-anak Anda bahagia, prioritaskan kebahagiaan Anda sendiri daripada berfokus sepenuhnya pada kebahagiaan mereka. Pastikan Anda memiliki kehidupan sosial Anda sendiri. Ingatlah bahwa tertawa itu menular. 

Rencanakan akhir pekan dengan teman atau anggota keluarga yang membuat Anda tertawa dan menikmati menghabiskan waktu bersama. Jaga hubungan Anda dengan pasangan. Kerukunan dan toleransi antar pasangan membuat anak merasa lebih aman. Pernikahan yang tidak stabil dan ketegangan yang tinggi dalam rumah tangga yang bermasalah menyebabkan anak-anak merasa tidak bahagia dan gelisah.

Ajari Anak Anda untuk Berempati

Empati memainkan peran penting dalam membesarkan anak-anak yang lebih penuh kasih, lebih bahagia dan lebih adil. Ketika anak Anda memberi tahu Anda sesuatu atau berbagi perasaannya dengan Anda, fokuslah hanya pada mendengarkan. 

Jangan bermain dengan ponsel Anda atau menonton TV sambil mendengarkannya. Mendengarkan dengan hati-hati mengirimkan sinyal kepada anak Anda bahwa Anda peduli dengan orang lain dan bahwa Anda memperhatikan perasaan dan pikiran orang tersebut. 

Anda dapat memberi tahu anak Anda sebuah dongeng dan menyampaikan perasaan dan pikiran para karakter dalam buku tersebut. Mengajarkan empati adalah salah satu cara paling efektif untuk membuat anak Anda berhubungan dengan orang lain. 

Individu yang berhasil dalam hubungan antar manusia memiliki kehidupan yang lebih bahagia dan damai. Mereka dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi dalam hidup mereka dengan lebih mudah dan risiko mereka jatuh ke dalam depresi berkurang.

Jangan Berharap Anak Anda Sempurna, Cukup Mencoba

Anak-anak dari orang tua yang terlalu menekankan prestasi harus mengatasi tingkat depresi, kecemasan, dan penyalahgunaan zat yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak lain. 

Anda dapat memuji anak-anak Anda atas usaha dan kerja keras mereka menuju kesuksesan daripada kualitas pribadi mereka. Jika Anda melihat anak Anda berusaha, Anda tidak perlu memaksanya untuk menjadi sempurna. 

Baca juga :   Cara Pemadaman Kebakaran di Perkebunan Sawit

Ucapkan selamat kepada anak-anak Anda atas keputusan tepat yang mereka buat dan nikmati bersama. Alih-alih menyalahkan mereka atas keputusan yang salah, bantulah mereka mengatasi masalah yang mereka hadapi dan bagikan pemahaman Anda tentang perasaan mereka. 

Ingatlah bahwa cara terbaik untuk belajar adalah membuat kesalahan, dan jangan kecewa setiap kali mereka melakukan kesalahan. Mengharapkan anak-anak Anda menjadi sempurna menyebabkan mereka kehilangan harga diri dan menjadi tidak bahagia.

Menjadi positif

Anak-anak belajar dengan meniru. Ajari anak-anak Anda untuk melihat aspek kehidupan yang indah. Anda bertindak sebagai panutan baginya dengan perspektif Anda tentang kehidupan, sikap Anda dalam menghadapi masalah, dan hubungan manusia Anda. 

Anak-anak yang belajar untuk berpikir dan menafsirkan dunia secara optimis kurang rentan terhadap depresi di kemudian hari di masa remaja. Berpikir optimis membuat orang lebih bahagia. 

Ketika Anda mengajari anak Anda untuk memiliki pandangan hidup yang positif, Anda mendukungnya untuk lebih sukses di sekolah dan kehidupan kerja. Perspektif optimis memainkan peran penting dalam menyingkirkan situasi yang akan membuatnya lebih mudah stres dalam hidupnya dan dalam manajemen krisis. 

Menanamkan emosi dan pikiran negatif pada anak menyebabkan mereka menjadi orang dewasa yang keras dan agresif di kemudian hari.

Beri Anak Anda Lebih Banyak Waktu untuk Bermain

Saat bermain, anak-anak menikmati permainan sambil berlatih mindfulness. Individu yang tidak bermain cukup permainan selama masa kanak-kanak mereka mungkin mengalami kesulitan dalam perkembangan emosional dan kognitif mereka. 

Permainan juga memastikan perkembangan intelektual, fisik, sosial dan emosional anak lebih sehat. Bermain game dengan teman, terutama dalam kelompok, membantu anak untuk bekerja dalam tim, bernegosiasi, menyelesaikan konflik, memperbaiki emosi dan perilaku mereka, dan mengembangkan kemampuan mereka untuk membela diri.

Sumber: hepsiburada.com

Next Post

No more post

Seorang Petani yang hobi dalam menulis disela-sela waktu luang

You May Also Like

Tinggalkan Balasan